Pendidikan sebagai Fondasi Beton Bangunan Kehidupan

Indonesia, Pendidikan dan Ki Hadjar Dewantara adalah tiga unsur yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya mempunyai ikatan sejarah yang sangat mendalam. Sejarah perlawanan seorang pribumi untuk mendapatkan hak yang layak untuk mengenyam pendidikan di tanah airnya sendiri. Perlawanan dan kritik Ki Hadjar Dewantara terhadap kolonialisme menyebabkan ia harus diasingkan oleh pihak Belanda. Karena kegigihannya, setelah ia wafat, hari lahirnya (2 Mei) dijadikan sebagai peringatan Hari Pendidikan Nasional, sebelumnya ia sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional dengan semboyannya yang sangat fenomenal, yaitu Tut Wuri Handayani.

Baca:

Tokoh Pelopor Pendidikan di Indonesia

Corak Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Sistem Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan adalah pembudayaan buah budi manusia yang beradab dan buah perjuangan manusia terhadap dua kekuatan yang selalu mengelilingi hidup manusia yaitu kodrat alam dan zaman atau masyarakat. Tuntutan bagi seluruh kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Dari pengertian di atas dapat kita lihat bahwa keluasan tujuan pendidikan menurut Ki Hadjar tidak menyentuh aspek metodologi, tetapi filosofis. Lebih mendalam dan beresensi.

Menurut hemat penulis, pendidikan merupakan fondasi beton bangunan kehidupan. Di mana di dalamnya terdapat komponen-komponen yang saling menguatkan satu sama lain. Tanpa fondasi pendidikan yang kuat, kehidupan tidak akan terarah dan tidak mempunyai falsafah. Maka dari itu, pendidikan dijadikan sebagai kunci mekajuan suatu bangsa.

Nelson Mandela pernah berkata: \”Education Is The Most Powerful Weapon Which You Can Use To Change The World.\” ~ \”Pendidikan merupakan senjata ampuh yang dapat Anda gunakan untuk mengubah dunia.\”

Pendidikan yang kokoh akan menjadi fondasi pembangunan kehidupan yang berkualitas. Dengan fondasi yang kokoh, taraf dan kualitas kehidupan dapat dibangun dengan mudah dan berkemajuan sesuai perkembangan zaman. Penguatan fondasi pendidikan memerlukan kerjasama antarkomponen, semua harus terlibat bergerak untuk menjadikan pendidikan sebagai dasar kemajuan bersama.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top