Dr. Toto Wijaksana
Lampaui batas-batas keterbatasan!

Culture
Budaya adalah napas kolektif suatu bangsa yang membentuk identitas, karakter, dan cara hidup masyarakatnya.
Education
Pendidikan membuka cakrawala berpikir dan membangun generasi yang mampu memajukan diri serta lingkungannya.
Technology
Teknologi menjadi penggerak perubahan yang mempercepat cara manusia bekerja, belajar, dan berkomunikasi.
Entrepreneur
Entrepreneur adalah jiwa pembaharu yang melihat peluang di tengah tantangan dan mengubahnya menjadi nilai yang bermanfaat.
Pengembangan Diri

Manajemen
Kemampuan manajemen terus dikembangkan agar setiap proses dapat direncanakan, diatur, dan dikendalikan dengan lebih efektif. Manajemen diperlakukan sebagai seni untuk menyederhanakan hal-hal yang rumit sehingga tujuan dapat dicapai secara terarah dan terukur.

Kepemimpinan
Kepemimpinan dipahami sebagai proses yang dimulai dari pengendalian diri sendiri melalui pola pikir yang jernih, sikap yang tegas, dan tindakan yang bertanggung jawab. Peran seorang pemimpin dipandang sebagai kemampuan untuk menggerakkan hati orang lain agar terdorong maju, bukan sekadar untuk diarahkan bekerja.

Keorganisasian
Dunia keorganisasian terus dijadikan wadah untuk dipelajari sebagai tempat membangun kerja tim, memahami dinamika kelompok, dan mengelola strategi bersama. Organisasi dianggap sebagai ruang untuk dilatihnya disiplin, kolaborasi, dan keberlanjutan program agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan bermanfaat.
Kepemimpinan Bukan Hanya Soal Jabatan
Memimpin dengan Akal
Kepemimpinan diarahkan oleh akal yang jernih dan terukur.
Menggerakan dengan Hati
Perubahan digerakkan oleh hati yang tulus dan penuh kepedulian.
Menyederhanakan yang Rumit
Kerumitan disederhanakan menjadi langkah yang mudah dipahami dan dijalankan.
- Menyoal Kualitas SDM Pendidikan di IndonesiaSeiring tuntutan zaman, di era global kini kualitas mahasiswa dan dosen terus ditingkatkan. Hal ini untuk menjawab tantangan dunia, baik secara sosial maupun akademik. Mahasiswa dan dosen yang berkualitas akan secara otomatis meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun begitu, tidak mudah meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen. Ada beberapa trobosan-trobosan yang dilakukan universitas agar unsur di… Baca Selengkapnya: Menyoal Kualitas SDM Pendidikan di Indonesia
- Menyontek Kebiasaan Buruk yang Dianggap BiasaBanyak dari kita yang sudah tidak asing lagi dengan kata menyontek. Mungkin kita yang membaca tulisan ini, pernah menyontek juga. Menyontek sudah menjadi hal yang biasa di kalangan pelajar bahkan mahasiswa. Entah siapa yang salah, guru yang kurang tegas dan ketat dalam mengawas atau siswa yang memang tidak menyiapkan sesuatu sehingga ia terpaksa untuk menyontek.… Baca Selengkapnya: Menyontek Kebiasaan Buruk yang Dianggap Biasa
- Tingginya Presentase Pengangguran Lulusan SMKoleh: Rizka Ayu Octaviana Safitri Lulusan SMK Menduduki Penganguran Tertinggi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2018 sebanyak 131,01 juta orang. Jumlah tersebut naik 2,95 juta orang dibanding Agustus 2017. Dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 40 ribu orang, sejalan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 5,34… Baca Selengkapnya: Tingginya Presentase Pengangguran Lulusan SMK
- Harta Karun di Bumi PerkemahanPendidikan karakter adalah gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Gerakan pendidikan karakter perlu dukungan dan keterlibatan publik dan kerjasama antarsekolah serta keluarga. Salah satu nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo adalah memperkuat pendidikan karakter bangsa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Penguatan Pendidikan… Baca Selengkapnya: Harta Karun di Bumi Perkemahan
- Upaya Mewujudkan Pendidikan Humanisoleh: Ismailia Khoirun Nasta\’in Ketika kita mendengar kata pendidikan, maka yang harus terlintas dalam benak kita seharusnya adalah hak yang harus di dapat setiap manusia. Namun, nampaknya pemahaman itu mulai memudar seiring dengan melonjaknya biaya pendidikan yang mulai dirasa tak “humanis” lagi. Bahkan, beberapa kalangan mulai berangggapan “ah, pendidikan hanya untuk kalangan orang ber-uang”. Hal… Baca Selengkapnya: Upaya Mewujudkan Pendidikan Humanis